Yup..Kembali lagi saya hadir membahas dan mencoba SHARE tentang pengalaman selama LDR.  Mungkin sebelumnya rekan – rekan yang sudah mampir sebelumnya sudah membaca dengan detail tentang part 1

Yup mari dimulai! Sebelumnya saya mengungkapkan LDR is about Commitment not LOVE..tapi sekarang dalam Part 2 ini.. tambahan NOT ONLY LOVE, jadi intinya saya 100% yakin cinta jarak jauh hanya akan bertahan jika masing – masing individu yang MAU berkomitmen.

Saya akui, saya menulis PART 1 disaat tingkat emosi yang begitu tinggi dan merasa yakin bahwa hubungan LDR harus menjunjung tinggi nilai komitmen. DAN ITU BENAR!!! Sebelumnya juga saya mengatakan bahwa setiap orang berhak mendapatkan kebahagiaan.  Pertanyaannya sekarang, kebahagiaan apa yang ingin anda miliki dan cari dalam LDR? apakah hanya sebuah bentuk PENCARIAN pasangan yang mau menemani disaat apapun juga? atau terpikirkan hubungan yang ada adalah untuk diteruskan ke jenjang lebih serius (seperti pernikahan mungkin?)?

Ya pertanyaan itu yang saya alami ketika mendalami hubungan LDR.  Memang tak mudah untuk mempertahankan suatu cinta, apalagi jarak yang panjang yang membuat lebih banyak “gap” dalam hubungan tersebut.  Bahkan ketika rindu sedang memuncak, handphone, email, FB, twitter, BBM atau media apapun juga tidak dapat menampung rasa yang ingin disampaikan.

Rekan pembaca, saya tidak mau menunjukan rasa pesimis dalam hubungan LDR, tapi justru merasa bangga bagi seluruh individu yang menjalani hubungan seperti itu.  Disaat rekan pembaca mau memutuskan menjalani hubungan LDR kali ini saya benar – benar ingin mengingatkan beberapa hal (kunci kesuksesan LDR) mungkin sudah ada yang tau, tapi saya ingin sekali membagikan dan MENGINGATKAN kepada mereka yang mau ataupun sementara menjalani hubungan jarak jauh:

  • KOMITMEN : Dasar dari hubungan LDR yang paling penting adalah komitmen, dari semuanya ini menjadi kekuatan hubungan jarak jauh. Mengapa? Ketika kita menjalani hubungan LDR, tentunya yang kita inginkan dari kedua belah pihak mau dan mampu menjalani kesepakatan – kesepakatan yang sebelumnya dibicarakan.  Apa yang menjadi pegangan kita disaat menjalani hubungan ini. Contohnya: kesepakatan untuk membawa LDR ini bukan hanya sebuah hubungan sementara atau main – main  tapi merupakan bentuk jenjang yang lebih serius, atau mungkin komitmen tidak melakukan “sesuatu” yang dianggap bisa menyakiti hati pasangan masing – masing dll. Semuanya tergantung dari pembicaraan yang dilakukan dan seberapa serius kemantapan hubungan tersebut.
  • KEPERCAYAAN: Rasa percaya unsur kedua terpenting dalam hubungan ini, bagaimana tidak, jika anda tidak percaya pada pasangan anda, tentu saja segala kegiatan ataupu aktivitas yang dijalani pasangan terbebani dengan rasa curiga dan pikiran – pikiran negatif yang timbul. Jangan sampai rasa ketidakpercayaan menjadi batu sandungan dan malah kita jatuh sendiri karena pemikiran – pemikiran tersebut.  Memang sangatlah TIDAK MUDAH menjalani itu semua. Saya juga sedang berusaha untuk memulai membentuk pikiran negatif, kepercayaan akan timbul jika masing – masing dari kita JUJUR dan percaya pada pasangannya.
  • KOMUNIKASI: Apalagi komunikasi? wah….bagian sangat vital,,, ibaratnya ini adalah PARU – PARU dari hubungan LDR dari sini kita bisa BERNAFAS dengan lega, ataupun “merasa kehabisan oksigen”. Bayangkan jika pasangan anda yang terpisah jarak ratusan km nan jauh disana tidak memberikan kabar apapun dalam 1 hari? pasti perasaan kita menjadi gelisah, pikiran – pikiran mulai berdatangan yang tidak menutup kemungkinan menjadi EMOSI dan salah paham.  INTINYA sesibuk apapun jangan lupa mengabari si dia yang jauh dimata tapi dekat dihati 🙂
  • KESABARAN: Kesabaran EXTRA lebih banyak dalam hubungan LDR. Intinya berlipat ganda dari hubungan yang berada dalam satu pulau, satu kota, satu kampus dll yang bisa ketemu kapan saja tanpa dibatasi jarak dan waktu.. Ya KESABARAN, sangat dibutuhkan apalagi jika keduanya dalam emosi tingkat tinggi dan tidak ada yang mau mengalah dalam meluruskan kesalahpahaman.  Saya hanya ingin mengiingatkan, kebanyakan pasangan gagal dalam LDR karena kurangnya kesabaran. Masing – masing menutup telinga tidak mau mendengar alasan ataupun penjelasan dari pasangannya dan sudah Men-judge yang NEGATIF terlebih dahulu.  Hal lainnya kesabaran dalam penantian, menanti untuk bertemu ataupun menanti untuk datang dilamar.   Tidak jarang juga dalam masa penantian ini menguji kesabaran apalagi jika wanita yang merasakan hal ini, hubungan yang belum ada kepastian dll. Baru saja mendengar pengalaman teman yang akhirnya memutuskan calonnya yang jauh hanya karena masa penantian yang lama dan tidak berada dalam kejelasan hubugan. Alasan seperti itu tidak bisa di salahkan juga. INGAT masing – masing orang juga berhak untuk memiih dan mencari kebahagiaannya.
  • KETULUSAN:Hubungan yang ada harus didasari rasa tulus… tulus dalam melakukan komitmen ini, tanpa ada keinginan – keinginan tersembunyi dibalik hubungan tersebut. Tulus menerima konsekwensi yang ada jika melangkahkan kaki memulai hubungan ini, tulus mengikrarkan rasa kepercayaan dan kejujuran antar pasangan dan lagi…tulus menerima apa adanya diri masing – masing tanpa membandingkan diri pasangan dengan figur yang lain (pemikiran ini hanya akan menhancurkan suatu hubungan – JUST believe me!, i have done it before)

Semua yang saya tuliskan dalam blog ini berdasarkan pengalaman diri sendiri, saya yakin pembaca juga mungkin ada yang merasakan hal yang sama. Intinya masalah LDR ataupun tidak… komitmen itu harus dipupuk dan dijaga jangan diabaikan begitu saja karena ditanamkan “yang penting sama – sama CINTA dan sayang”. Jangan mentang – mentang sudah CINTA jadi berpikir SEMUANYA akan baik – baik saja. Ya cinta memang awal dari membangun hubungan ini tapi jika hanya mengandalkan cinta saja, tidak akan cukup untuk mempertahankan hubungan ini. Pendapat saya pribadi jika tidak mampu menjalani hal – hal diatas, sebaiknya lupakan untuk memiliki dan menjalani hubungan LDR 🙂

Semoga tulisan saya kali ini dapat membuka pikiran dan menginspirasi anda yang sedang mengalami LDR ataupun yang merencanakan hubungan tersebut. akhir kata…kutipan favorit saya:

Jika mulai ragu, tanyalah hati dan bersikaplah jujur pada pasangan dan berdamailah dengan segala kekurangannya. Karena perbedaan antara suka dan cinta adalah, suka itu membuat kita mencintai kelebihannya, sedangkan cinta itu membuat kita mencintai kekurangannya..